Untuk Maliyant
Kepadamu
telah kubisikkan dengan gaduh niatan kalbu ini, sungguh sejak dari dahulu engkau
telah menjadi milikku, dan pada abad ini kita dilahirkan kembali dalam situasi
yang memang sangatlah jauh berbeda dari abad-abad sebelumnya. Dalam memorimu
sekarang mungkin tak pernah ada kita dahulu, walaupun kuyakinkan dengan beribu
kalimat tetap saja tak mampu membuatmu percaya.
Kepadamu
telah kunyatakan ratusan kali dalam tahun ini, hiduplah denganku selamanya, aku
sanggup tinggalkan kampungku Humalucia, dan orang-orang di sekitarku yang
telah menciptakan kenangan-kenangan manis lagi indah, karena aku tak sanggup
hancurkan hasratku yang kuat kepadamu.
Kepadamu
telah kujelaskan bahwa aku ingin membuang jauh-jauh kedua sayapmu yang kerap
kali membawamu terbang ke negeri tak bertuan, tanah yang tidak merah, tidak
basah dan mengapung dari gaya gravitasi bumi layaknya negeri Floatson Theground,
tempatmu di sisiku honey, bukan dalam hutan Pandore yang menyesatkanmu setiap
waktu, menyengsarakanmu dari hari ke hari tanpa air kesejukan yang membawamu
kearah kebaikan. Karena sesungguhnya engkau terabaikan dalam hingar bingar
pepohonan tanpa buahnya.
Kepadamu
aku berharapan sangat tinggi dan jauh dalam hidup berdampingan dan beriringan, bila
aku mati kuingin itu terjadi ketika dalam pelukanmu. Did
you understand that
i was so excruciatingly so in love you.
Note:
baca kisah Maliyant di blog ini
Serang 2 Desember 2015
